Selasa, 29 Desember 2009

Penalaran dalam karangan

19.32

Prinsip dan unsur penalaran
Karanagan ilmiah mengemukakan dan membahas fakta secara logis dan sistematis dengn bahasa yang baik dan benar. Ini berarti bahwa untuk menulis karangan ilmiah diperlukan kemampuan menalar secara ilmiah.
Melalui proses penalaran, kita dapat samapai pada kesimpulan yang berupa asumsi, hipotesis atau teori. Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Dengan katalain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
Menurut prosesnya, penalaran dibedakan menjadi dua. Penalaran ilmiah merupakan sintesis antara kedua jenis penalaran berikut ini:
Penalaran induktif
Secara formal dapat dikatakan bahwa induksi adalah proses penalran untuk sampai pada suatu keputusan, prinsip, atau sikap yang bersifat umum dan khusus, beradasarkan pengamatan atas hal-hal yang khusus.
Diagramnya :










Proses induksi dapat dibedakan :
  1. Generalisasi Ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
  2. Analogi, Analogi disini adalah suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial yang bersamaan.
  3. Hubungan sebab akibat, Penalaran dari sebab ke akibat mulai dari pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan itu, kita menarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.
Penalaran deduktif
Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, hukum, atau teori yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala. Berdasarkan prinsip umum itu, ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagiuan dari hal atau gejala itu. jadi, penalaran deduktif bergerak dari hal atau gejala yang umum menuju pada gejala yang khusus.
Diagramnya :

Pernyataan dasar dalam logika disebut premis. Di dalam penalran deduktif, berdasarkan premis itu ditarik kesimpulan yang sifatnya lebih khusus. Penarikan kesimpulan deduktif tidak menghasilkan pengetahuan baru sebab kesimpulan sudah tercantum didalam premisnya secara tersirat. Menurut bentuknya. Penalaran deduktif dapat berupa silogisme atau entimem.
Silogisme
Merupakan penalaran yang formal. Dalam kehidupan sehari-hari kita jarang menemukan penalaran bentuk ini. Kita biasanya hanya mengikuti polanya.
Contoh :
“saya tidak menyukai rendang karena pedas sekali”
Kalimat diatas dapat kita kembalikan pada bentuk formal, yaitu:
1. Saya tidak menyukai masakan pedas
2. Rendang masakan pedas
3. Karena itu, saya tidak menyukai rendang.

Premis dan terem
Silogisme di atas terdiri atas tiga kalimat. Kalimat (1) merupakan pernyataan dasar umum yang disebut premis mayor. Predikat di dalam premis mayor disebut premis minor. Predikat pada premis minor disebut terem penengah.. kalimat (3) merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan terem minor. Terem penengah mengubungkan terem mayor dengan terem minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan.
Terem adalah sebuah kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P) dalam kalimat.
Proposisi
Kalimay (1),(2 dan 3) di atas dalam logika disebut proposisi. Jadi proposisi adalah kalimat logika yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua terem. Hubungan itu mungkin positif (berisi pembenaran), yakni menyatakan adanya hubungan antar terem mungkin pula sebaliknya.
Entimem
Bentuk ini biasa kita temukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya entimem adalah silogisme. Hanya saja, didalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/ tidak diucapkan karena telah sama-sama diketahui.
Contoh :
“Saudara terpilih sebagai mahasiswa teladan, karena itu, saudara berhak menerima hadinya.”
Penyusunan definisi
Definisi ialah pernyataan yang tepat mengenal makna kata atau konsep.
Definisi dapat terbagi atas :
Definisi nominal
Definisi ini dibentuk dengan cara:
Memberikan kata asal. Misal, kata biologi dari bio tang berarti hidup dan logos berarti ilmu
Memberikan sinonim atau padanan “tenaga eksogen ialah kekuatan yang datang dari luar”.
Memberikan kata populer yang berupa kata kajian (kata yang dipergunakan sebagai istilah dalam bidang tertentu) misalnya. “fakta ialah kenyataan yang dapat dilihat”
Memberikan padanan dalam bahasa Indonesia. Misalnya, sophisticated ‘canggih’.
Definisi formal
Disusun per genus et differentis. Kata tau konsep yang akan didefinisikan kedalam genusnya (proses klasifikasi), kemudian ditunjukan ciri-ciri pembedanya(diferensiasi).
Misal :

Definisi operasional
Definisi ini diperlukan dalam rencana penelitian. Karena menunjukan apa yang akan dilakukan untuk mengukur suatu konsep sehubungan dengan masalah penelitian.
Definisi luas
Merupakan uraian panjang lebar, mungkin satu paragraf, satu bab, mungkin pula suatu karangan. Definisi ini kita perlukan apabila kita menghadapi konsep yang rumit, yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek.

Sumber :
Mampu Berbahasa Indonesia, Untuk Perguruan tinggi. Cetakan ke-9. Sumadipura Sutedja, Syam Harmoni.Bandung, 2006

Written by

Penulis Lepas, apa yang ditemukan dan dialami bisa jadi bahan tulisan. 100% saya bisa salah!!! atau bisa benar, jadi bila menemukan konten dalam blog ini yang salah atau menyalahi silahkan saya mohon koreksi dari para pembaca.

0 komentar:

 

© 2014 Gapura PangartiDesigned by Templateism

Back To Top